Ahli forensik ini bongkar hasil otopsi Vina Cirebon dan Eky yang berbeda dari laporan kemati4n, Reza: Saya Terkejut...
Kasus Vina Cirebon sampai saat ini masih terus berlanjut.
Bahkan muncul beberapa orang yang diduga sebagai saksi kunci dari kasus Vina Cirebon ini.
Hal ini menggerakkan beberapa saksi lain untuk mengungkapkan hal yang mereka ketahui tentang kasus Vina Cirebon
Sebelumnya, kasus ini memeang sempat menggemparkan pada tahun 2016 silam.
Namun kasus ini kembali dibuka saat filmnya ditayangkan di bioskop.
Sejak saat itu netizen kembali mencaritahu mengenai kronologi lengkap kejadian
Pasalnya sejak awal kasus ini hanya bermodalkan cerita Linda sahabat korban yang diduga kesurupan.

Sampai saat ini terdapat 2 dari 3 DPO masih belum ditemukan.
Namun dibalik itu semua, ditemukannya 1 DPO yaitu Pegi Setiawan dianggap janggal oleh banyak orang.
Netizen menilai sosok Pegi Setiawan yang ditahan merupakan kambing hitam untuk melindungi pelaku sebenarnya.
Kasus Vina Cirebon semakin alot untuk ditangani setelah beberapa nama orang berpengaruh ikut terseret.
Bahkan banyak netizen yang menduga ayah dari Eky yang juga menjadi korban bersama Vina Cirebon memiliki andil dalam kasus ini.
Pasalnya ayah Eky ini terlihat santai dan memiliki kesan yang berbeda dari keluarga Vina, padahal sama-sama korban
Fakta baru kembali terungkap setelah penolong pertama Vina dan Eky mulai buka suara.
Suroto (50), warga Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat dijadikan sebagai saksi kunci karena merupakan orang pertama yang menemukan kedua korban.
a menjelaskan bahwa dirinya menemukan kedua korban saat tengah berkeliling di wilayah tersebut.
“Pertama, jasad laki-laki itu berada di sekitar 2 meter dari median jalan, mengarah ke tengah jalan. Nah, lalu jarak sekira 5 meter ke arah Sumber itu titik perempuannya. Dekat tiang lampu. Lalu jarak sekira 5 meter lagi ke arah Sumber lagi tergeletak motornya,” katanya.
Suroto mengatakan bahwa ia sempat memeriksa kondisi Eky sebelum akhirnya yakin bahwa korban sudah meninggal dunia
Pertama, yang saya lakukan pegang jasad laki-laki, saya tanya, 'dek dek', itu sudah enggak jawab. Langsung saya vonis saat itu ini sudah meninggal," jelasnya
Suroto pun sempat melepaskan helm yang digunakan Eky karena terlihat mencekik lehernya.
Namun saat helm dibuka, Suroto cukup terkejut karena melihat darah yang cukup banyak mengali
Setelah itu ia langsung beranjak dan fokus kepada Vina karena melihatnya masih hidup dan meminta tolong.
"Karena waktu itu (korban laki-laki) saya anggap sudah meninggal, saya langsung fokus ke perempuan, karena dia (masih hidup) bilang tolong, tolong," jelasnya.
Suroto pun berusaha menenangkan korban dan mengatakan mobil polisi akan segera datang
Kata saya iya dek, sabar ya mobilnya (ranger kepolisian) lagi meluncur ke sini, nanti diantar ke rumah sakit," lanjutnya.
Ia juga mengatakan bahwa saat ditemukan kondisi Vina cukup menyedihkan dimana celana dalam yang digunakannya sudah melorot
Waktu itu pakai rok dan celana dalamnya itu tidak sesuai seperti yang kita pakai (alias) melorot ke paha. Saya naikin dan saya tutupi pakai jaket lukanya di kaki, tangan. (Kedua korban), banyak lukanya," katanya.
Saat ini Suroto pun tengah diperiksa pihak kepolisian karena keterangan yang diberikan terkait kasus Vina Cirebon.
Disamping itu, Dokter Forensik, Reza Indragiri mengungkapkan hasil otopsi pada jenazah kedua korban.
Ia mengatakan bahwa bukti pembunuhan dan rudapaksa tidak definitif menjawab.
Korban lantas mengalami luka pada bagian pelipis kiri akibat pukulan benda tumpul dada berlubang akibat ditusuk senjata tajam berupa Samurai bibir bawah sobek serta gigi bagian depan rontok leher, memar serta tangan kiri patah,”
“Dalam laporan tersebut belum ada narasi tentang adanya rudapaksa terhadap Vina,” katanya
Reza juga mengatakan bahwa waktu itu laporan kematian dan hasil otopsi menampilkan hasil yang berbeda.
Dari laporan bahwa almarhum Eki, dari sekian banyak luka yang dialami juga mengalami dadanya berlubang akibat ditusuk senjata tajam berupa Samurai,"
"dari berkas hukum lain juga ditemukan informasi bahwa almarhum meninggal dengan dua luka tusukan Samurai, namun dari hasil otopsi menyimpulkan bahwa kematian tidak wajar itu dikarenakan tanda-tanda trauma tumpul,” katanya
Yang paling disayangkan mengenai tidak dilakukannya tes DNA dari sperma yang ditemukan di dalam tubuh Vina Cirebon.*