MASYAALLAH Roni Bodax, Seorang Mantan Preman Jalanan Bertato Sampai Mata, Memutuskan Jadi Pendakwah

TERAS GORONTALO- Roni Bodax, merupakan seorang preman jalanan yang akhirnya memutuskan untuk berhijrah dan menjadi seorang Pendakwah.
Sosok Roni Bodax, merupakan Pendakwah yang dipenuhi tatto pada sekujur tubuhnya hingga bagian wajah dan matanya.
Roni Bodax sendiri, mengenal tatto ketika dirinya masih sangat kecil atau bisa dikatakan masih di bawah umur, yaitu 15 tahun.
Ketika itu Roni Bodax masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Karena terpengaruh dengan lingkungan sekitar, sehingga membuat Roni Bodax mengenal dunia tatto.
Bahkan sebelum menjadi seorang Pendakwah, Roni Bodax jauh dari kehidupan beragama.
Beberapa factor dalam kehidupan Roni Bodax seperti lingkungan keluarga, akhirnya membuat dirinya memutuskan untuk berhijrah dan menjadi Pendakwah. Namun factor yang utama adalah diri Roni Bodax sendiri.
Roni Bodax juga menyebutkan jika dirinya memutuskan untuk berubah dan menjadi seorang Pendakwah dikarenakan permintaan dari sang ibu, Roni Bodax pun tidak menolak permintaan ibunya, dia langsung mengiyakan tanpa keraguan.
Dilansir Teras Gorontalo dari kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Roni Bodax membagikan kisah hidupnya yang tiba-tiba berubah menjadi seorang Pendakwah dengan tatto di wajahnya.
Dalam podcastnya bersama Denny Sumargo tersebut, Roni Bodax menjelaskan jika dirinya mulai mengenal tatto sejak masih duduk di bangku SMP.
Oh berarti SMP tu udah nyobain tato?,” tanya Denny kepada Roni
“Nyoba-nyobain dong dikit, gitukan,” jawab Roni Bodax
Diketahui jika sebelum menjadi pendakwah, Roni Bodax juga sempat bekerja menjadi penjual bakso.
“Pas jualan bakso tu udah betato,” ujar Denny
“Udah di sini (bagian dada) tuh udah ada,” jelas Roni.
Denny Sumargo pun semakin penasaran dengan tatto dari Roni Bodax yang bisa sampai ke bagian wajahnya.
“Trus kenapa ke muka,” tanya Denny lagi
“Kalau sampe wajah, sampe leher itu sebenarnya apa ya, karena gengsi,"jawab Roni
“Rombongan ini nih, sekumpulan grup sebelah, katakanlah grup sebelah tatto di leher gitu kan, kamu gak berani gitu, ditawarin kan, ya beranilah, gue masa gak berani, Roni masa gak berani, apa sih yang gak berani gitu kan,” jelas Roni Bodax.
“Cobain di leher, di sebelah kanan, sebelah kiri, kalo kepala dibuka ini tatto semua di kepala ini,,"sebut Roni
Denny Sumargo pun dibuat terkejut dengan apa yang diceritakan oleh Roni Bodax ini kepada dirinya. Denny pun kembali menanyakan mengenai tatto di bagian mata Pendakwah tersebut.
“Itu mata kenapa ditatto juga, yang sebelah kiri,” tanya Denny
“Penasaran, dari leher sampe wajah itu karena gengsi tadi, tapi kalo yang di mata ini karena penasaran, rasanya gimana sih,” jelas Roni Bodax.
Roni Bodax pun menjelaskan mengenai kehidupannya sebelum menjadi seorang Pendakwah kepada Deddy Sumargo, hingga Denny dibuat penasaran dengan alasan dari Roni bertobat.
“Hal apa yang membuat kamu akhirnya bertobat kemudian dapat Hidayah?” Tanya Denny
“Bertobat itu sebab dari permintaan orangtua,”jelas Roni.
“Jadi ibu bawa bapak ke Jakarta untuk berobat, sampai akhirnya bapak almarhum di Jakarta, setelah itu beberapa bulan kemudian, di situ ibu bilang ‘mas Roni bisa nggak, ibu pengen pulang ke Solo, tapi mas Roni jangan ini itu lagi gitu’ kata ibu saya ‘ibu pengen liat mas Roni ini ngaji lagi, sholat lagi’ yang diminta cuman sebatas itu,” jelas Roni.
Roni Bodax pun memikirkan apa yang dikatakan oleh sang ibu, dan dia harus mengalami rasa sakit karena harus meninggalkan kehidupannya.
Roni Bodax memutuskan untuk pergi ke Pesantren, dan meminta bantuan orang untuk mengantarnya, dia mengaku pergi ke Pesantren dengan keadaan sadar tanpa paksaan.
“Saya pengen belajar ngaji, nyenengin orangtua,” ujar Roni
“Trus kapan akhirnya kamu mulai Dakwa?” Tanya Denny
“Akhirnya didatengin itu satu jemaah, satu rombongan Jamaah. Tiba-tiba pengen cuman, apa namanya, pengen kenalan,”ujar Roni
“Mereka bilang apa” tanya Denny
“Nggak bilang apa-apa, nggak menyampaikan ayat, nggak menyampaikan Dakwah apa-apa, tapi dengan akhlak yang sangat luar biasa sekali,” jelas Ron
Roni pun merasa terketuk hatinya, karena dihadapi pada lingkungan orang-orang di Pesantren yang memiliki akhlak yang baik, sehingga membuat Roni Bodax belajar berdakwah, hingga dia menjadi seorang Pendakwah.
Walaupun Roni mengakui jika dirinya dan rombongannya sempat ditolak oleh beberapa orang, yang mereka datangi, namun Roni menganggap itu sebuah nikmat yang luar biasa.
"Itu nikmat yang sangat luar biasa skali, sampai hari ini jarang skali orang menemui ketika Dakwah diusir," tutur Roni Bodax.***