Jam 2 malam, TKW ini 12 kali bangun turuti permintaan Akong ke kamar mandi hingga sulit tidur: Udah gak kuat

TKW atau Tenaga Kerja Wanita dari Indonesi yang bekerja di luar negeri kerap memiliki cerita yang berbeda-beda.
Seperti kisah pilu para TKW hingga kesuksesan mereka menjadi sosok yang kuat dan bisa dibanggakan oleh keluarganya.
Seperti salah satu kisah seorang TKW yang bekerja di Taiwan, ia harus mengurus seorang pria tua yang ia panggil Akong.
Yang namanya bekerja dan dibayar oleh seseorang, TKW harus mau menuruti segala permintaan dan suruhan dari sang majikan.
Sama halnya dengan TKW Taiwan yang bernama Shanty Dewi ini, yang kerap kali membagikan kisahnya melalui akun YouTubenya.
Shanty mengatakan bahwa ia mengurus seorang pria tua renta yang sudah kesulitan berjalan.
Hingga, Akong kerap kali meminta bantuan Shanty untuk pergi ke beberapa ruangan di rumahnya tersebut.
Yang cukup mengiris hati, Shanty Dewi mengatakan bahwa ia harus bangun setiap malam sampai 12 kali hanya untuk melayani Akong.
"Aku tiap malam itu 12 kali terpaksa bangun dan melayani majikan," kata Shanty Dewi.
Ketika ia sedikit mengeluh kepada Akong, majikannya tersebut seringkali menegurnya dan mengingatkan Shanty bahwa ia hanya seorang pekerja.
Seorang pekerja yang wajib melayani dan menuruti apapun keinginan Akong.
Bilangnya gini sama saya, kamu itu cuman pembantu, sebetulnya kamu itu nurut saya," kata Shanty Dewi.
Hal yang cukup membuatnya sedih dan cukup kelelahan di malam hari, ketika Akong meminta untuk diantar ke kamar mandi.
Shanty menuturkan bahwa ia sebenarnya sudah tidak kuat dengan tingkah Akong.
"Udah nggak kuat, akong ini selalu ngeyel, jadi harus sabar dan sabar," kata Shanty Dewi.
TKW ini pun menjelaskan secara detail apa yang sebenarnya ia lakukan di kamar mandi.
Salah satu hal yang dilakukannya di kamar mandi kepada Akong adalah membuka celana sang majikan.
"Sudah selesai kuajak dia ke kamar guys," kata Shanty.
"Pernah minta ke saya untuk mengantarkan ke kamar mandi jam 2, katanya minta antar ke kamar mandi, katanya kencing," kata Shanty Dewi.
Kendati demikian, Shanty tetap ikhlas menjalani pekerjaannya demi kehidupan yang lebih baik di tanah air.*